Pintu ruang musik itu setengah terbuka, dari dalam terdengar
sayup-sayup suara biola bernada indah dimainkan, namun beberapa kali berhenti
sesaat dan kemudian dimainkan kembali. Kali ketiganya permainan biola itu
berhenti, keluarlah sosok wanita bertubuh semampai dengan langkah gontai
menyambar sebotol minuman yang terletak di meja samping ruang musik, dia
meminumnya seteguk demi seteguk dan memastikan minuman itu berhasil melepas
dahaganya, kemudian dia kembali ke ruangan itu.
“Cukup untuk hari ini Quinn, permainanmu sudah lumayan” kata seorang wanita yang sedari tadi dengan setia mendengarkan permainan biola Quinn.
“Tapi… Dunia Internasional tidak menerima kata “Lumayan” Quinn, berlatihlah lebih keras! kelak kau akan berhasil seperti orangtuamu.” tambahnya sambil melangkah keluar meninggalkan ruangan itu dan berbalik sebentar menghadap Quinn “Berlatihlah sampai semua sempurna Quinn! SEMPURNA!” untuk kali ini ia benar-benar telah pergi dari ruangan itu.
“Cukup untuk hari ini Quinn, permainanmu sudah lumayan” kata seorang wanita yang sedari tadi dengan setia mendengarkan permainan biola Quinn.
“Tapi… Dunia Internasional tidak menerima kata “Lumayan” Quinn, berlatihlah lebih keras! kelak kau akan berhasil seperti orangtuamu.” tambahnya sambil melangkah keluar meninggalkan ruangan itu dan berbalik sebentar menghadap Quinn “Berlatihlah sampai semua sempurna Quinn! SEMPURNA!” untuk kali ini ia benar-benar telah pergi dari ruangan itu.
“SEMPU
... baca selengkapnya di One Day To Remember Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
... baca selengkapnya di One Day To Remember Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar