“Potensi yang tidak diledakkan akan tetap menjadi
potensi saja, tidak akan terwujud sebagai kemampuan untuk melakukan tindakan.”
Saya sering mendapatkan keluhan dari mahasiswa maupun peserta training bahwa
mereka merasa tidak berbakat memimpin. Dalam kesempatan lain mereka
menyampaikan lagi bahwa mereka tidak berbakat seni, olah raga, menulis, dan
sederetan alasan lainnya untuk menjustifikasi bahwa mereka tidak mampu
melakukan hal tertentu karena mereka tidak berbakat. Kata “tidak berbakat”
nampaknya menjadi kambing hitam yang paling mudah. “Jangan salahkan aku kalau
aku tidak mampu melakukan hal tertentu karena aku tidak berbakat” demikian
kurang lebih pesan yang terkandung dalam pernyataan mereka. Namun pada saat
saya tanyakan kepada yang merasa “tidak berbakat” mengenai sudah seberapa jauh
mereka belajar, berlatih dan mencoba, mereka mulai mencari-cari alasan
berikutnya. Mereka katakan bahwa walaupun belum mencobanya tetapi mereka tahu
dan bisa merasakan kalau mereka tidak berbakat. “Seperti ejakulasi dini saja,
belum apa-apa sudah loyo” demikian saya sering meledek mereka-mereka yang
terlampau cepat memvonis dirinya tidak mampu karena tidak berbakat. Berkaitan
dengan masalah bakat, dalam suatu kesempatan pelatihan kepemimpinan saya
memulai dengan pertanyaan “Apakah Anda percaya bahwa para pemimpin besar memang
dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin? At ... baca selengkapnya di Bakat vs Usaha Cerita
Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar